Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Tips Perawatan Rambut untuk Wanita Berjilbab




Walau rambut tertutup jilbab, bukan berarti perawatannya dilupakan. Berikut ini beberapa tips perawatan untuk Anda yang mengenakan jilbab agar rambut dan kulit kepala tetap sehat.


Perawatan untuk rambut yang kerap menggunakan penutup kepala tentu berbeda dengan yang tidak. Beberapa masalah yang kerap dikeluhkan adalah rambut berketombe dan rontok. Tentu semua masalah tersebut bisa dicegah dengan perawatan yang tepat. 



1. KENALI KONDISI RAMBUT

Rambut yang lembap dan berminyak menjadi tempat favorit jamur penyebab ketombe. Untuk itu, selalu kenakan jilbab dalam keadaan rambut kering. Bagi yang hobi menggunakan conditioner, sebaiknya gunakan hanya di daerah ujung rambut. Menggunakan conditioner dari akar rambut akan membuat rambut semakin lembap dan mengundang ketombe. 

Masalah umum rambut kering adalah kerontokan. Rambut yang kering, ketika bergesekan dengan kain jilbab akan rontok. Solusinya, rawat rambut Anda dengan perawatan mengatasi kekeringan rambut. Shampo untuk rambut kering, conditioner, serta creambath teratur bisa membantu mengatasi rambut kering yang rapuh. Gunakan jilbab dengan bahan halus yang tidak terlalu keras menggesek rambut. 

Ada banyak alasan untuk tidak mengenakan jilbab pada saat rambut basah. Pertama, rambut yang basah lebih rapuh daripada rambut kering. Terlalu banyak gesekan pada rambut basah bisa mengakibatkan mudah rontok. Kedua, rambut yang lembab tertutup menjadi tempat favorit munculnya ketombe. Ketiga, rambut basah yang menjadi lembap saat ditutup dengan kain bisa menyebabkan bau tidak sedap saat jilbab Anda dibuka. Jika terburu-buru, gunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut. 

2. CARA MENGGUNAKAN JILBAB

Jilbab yang terlalu ketat membuat rambut dan kulit kepala sulit bernapas. Selain itu, sering kali terlalu ketat mengencangkan jilbab bisa menyebabkan sakit kepala. Gunakan lapisan dalam jilbab yang tidak terlalu sempit dan menekan rambut. Pilih lapisan dalam yang nyaman dengan bahan yang tidak membuat kulit kepala mudah panas. Beri ruang untuk rambut dan kulit kepala bernapas. Sirkulasi udara yang baik, bisa membantu membuat rambut dan kulit kepala lebih sehat.

Hindari juga mengikat jilbab di bagian leher yang akan menghambat sirkulasi udara ke kepala. Sirkulasi udara yang baik akan membuat rambut dan kulit kepala lebih sehat. 

Seperti pernah dipelajari pada saat sekolah dasar, warna gelap paling banyak menyerap cahaya. Jika akan banyak terpapar panas sinar matahari, sebaiknya pilih jilbab dengan warna yang terang. Jilbab berwarna gelap menyerap panas secara maksimal dan memicu produksi keringat yang membuat rambut lembab. Gunakan warna terang lebih sering dan bahan yang mudah menyerap keringat agar kulit kepala lebih sehat. 

3. PERAWATAN

Jangan lupa menjaga kebersihan dan membersihkan rambut dan kulit kepala secara teratur. Kenali shampo yang tepat untuk jenis rambut Anda untuk hasil yang maksimal. Untuk yang memiliki rambut berminyak, usahakan untuk mencuci rambut dengan shampo setiap hari. Menjaga kebersihan dengan baik bisa memperkecil risiko kerusakan kulit kepala dan rambut Anda. 

Setiba di rumah, lepas jilbab Anda untuk memberi kepala kesempatan untuk bernapas. Ritual kecil yang simpel ini berpengaruh besar pada kesehatan rambut Anda. Memberikan udara segar pada rambut bisa membantu mengurangi kelembapan kulit kepala yang bisa menyebabkan kerontokan dan ketombe. 

Selain itu, usahakan untuk tidak mengikat rambut terlalu ketat saat mengenakan jilbab. Tarikan yang kuat pada kulit kepala bisa membuat rambut rapuh. Pilih pengikat rambut dengan bahan yang lembut untuk mengurangi ketegangan saat mengikat rambut. Gunakan penjepit rambut untuk membantu menjaga kerapihan rambut. 

Kesehatan rambut Anda sangat bergantung pada seberapa besar usaha untuk menjaganya. Untuk membuat rambut sehat dari dalam, jangan lupa konsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B-6, B-12, asam lemak omega-3, zinc, protein, dan vitamin C. Makanan seperti ikan salmon, kacang-kacangan, tiram, sayur bayam serta pisang bisa membantu menambah nutrisi rambut secara alami.









sumber :http://id.she.yahoo.com/tips-perawatan-rambut-untuk-wanita-berjilbab.html

10 Trik Mengakhiri Pembicaraan yang Membosankan


Anda pernah terjebak dalam pembicaraan yang membosankan dan pada akhirnya merasa canggung untuk mengakhirnya? Merasa canggung untuk mengakhiri percakapan ketika sedang berdiskusi atau bertemu dengan relasi kerap terjadi. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat membantu Anda untuk keluar dari situasi tersebut dengan sopan, misalnya beralasan harus mengangkat telepon, pergi ke kamar kecil, dan sebagainya.

Seperti dilansir The Grindstone, beberapa ahli dalam berkarir mengungkapkan cara terbaik yang dapat membantu Anda mengakhiri pembicaraan dengan relasi.

1. Tetap Santai 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/165412_1.jpg
 
Seorang ahli komunikasi yang juga pimpinan di Roshini Performance Group, Roshini Rajkumar mengatakan jika Anda tetap santai untuk berpamitan atau mengakhiri pembicaraan, maka semuanya akan berjalan dengan lancar tanpa perlu memberikan alasan mengapa Anda harus pergi dan mengakhiri pembicaraan tersebut.
 
 2. Tunggu Adanya Jeda 
 
http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/165455_2.jpg
 
 Menurut Regina Barr, Pendiri dan CEO RedLadder, jika topik yang dibicarakan antara Anda dengan relasi sudah begitu membosankan, sebaiknya tunggu adanya jeda disela-sela pembicaraan tersebut. Saat jeda tersebut, Anda dapat mempunyai kesempatan untuk mengakhirinya dengan sopan tanpa harus memotong saat relasi Anda sedang berbicara. Misalnya dengan menjulurkan tangan untuk bersalaman sambil tersenyum dan mengatakan 'senang sekali bertemu dengan Anda, sampai ketemu lagi'.

3. Jujur
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/165617_3.jpg
 
 Seorang perekrut dari AccountSource, John Gouthro, Jr mengatakan Anda bisa saja langsung berkata jujur. Misalnya dengan mengatakan, "Maafkan saya. Saya tahu kita seharusnya bicara lebih banyak. Ini kartu nama saya, sangat menyenangkan bertemu dengan Anda. Saya berharap bisa berbincang-bincang di lain waktu." Kalimat tersebut dapat membantu Anda terlepas dari situasi yang membuat Anda canggung. Hal ini sangat efektif karena selain jujur​​ dan sederhana, relasi Anda pun akan mengerti bahwa pada Anda tengah sibuk dengan pekerjaan.
 
 
4. Mengatakan Ingin ke Toilet 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/165711_4.jpg
 
Menurut pakar karir, Hector Cisneros, salah satu alasan untuk mengakhiri pembicaraan yang membosankan yaitu dengan mengatakan ingin ke toilet. Misalnya dengan berkata "Maaf, apakah Anda tahu di mana kamar kecil?" dengan begitu Anda dapat keluar dari perangkap pembicaraan yang membosankan tersebut.

5. Katakan Ada Janji Bertemu Orang Lain 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/165925_5.jpg
 
Seorang Psikologi Klinis, Nancy Irwin mengatakan cara profesional untuk dapat keluar dari percakapan apapun yaitu dengan menjabat tangan seseorang, melihat matanya dan berkata "Maaf memotong pembicaraan ini, mungkin kita bisa lanjutkan di lain
waktu karena saya ada janji bertemu dengan orang".

6. Mengalihkan Perhatian ke Orang Lain 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/170000_6.jpg
 
Rachel Dotson dari ZipRecruiter mengatakan untuk mengakhiri pembicaraan Anda bisa mencoba mengalihkan perhatiannya pada orang yang memang dia tuju. Misalnya dengan mencoba memperkenalkan dia pada orang yang memang dibutuhkannya. Sehingga di saat Anda sedang berbicara dengan relasi, kemudian merasa canggung untuk mengakhirinya, Anda dapat mengatakan, "sudah bertemu dengan rekan saya belum? Kalian harus bertemu, dia orang yang tepat. Ayo kita cari dia."

7. Memberikan Pujian 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/170237_7.jpg
 
Memberikan pujian saat mengakhiri suatu percakapan juga dapat dilakukan. Sebagai contoh, "Saya suka pandangan Anda mengenai industri ini". Pujian yang baik dapat membuat relasi Anda senang sehingga Anda dapat mengakhiri pembicaraan tanpa ada perasaan tidak enak.

8. Katakan Bahwa Anda Sedang Sibuk
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/170311_8.jpg
 
 Saat seorang relasi yang Anda tahu tidak tertarik untuk bicara dengannya, mengajak bertemu cobalah saran dari ahli karir Erik Deckers. Katakan pada orang tersebut Anda benar-benar sibuk selama dua pekan ke depan. Kalau memang dia benar-benar butuh bicara dengan Anda, dia pasti akan menghubungi lagi.

9. Berpura-pura Ada Panggilan Telepon 
 
 http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/170402_9.jpg
 
Salah satu strategi yang dapat membantu Anda mengakhiri suatu pembicaraan yaitu dengan berpura-pura menerima panggilan telepon. Secara otomatis, relasi Anda akan menghargainya dan pembicaraan tersebut akan berakhir.

10. Menawarkan Bantuan 
 
http://images.detik.com/content/2012/02/23/1133/170438_10.jpg
 
Menurut Alan Guinn, seorang Managing Director dan CEO dari Grup Konsultasi Guinn, sebelum memutuskan untuk mengakhiri suatu pembicaraan dengan relasi, sebaiknya Anda menawarkan bantuan. Misalnya dengan mengatakan "Beritahu saja, apa yang bisa saya bantu?". Kalimat tersebut membuat relasi Anda merasa dihargai. 

sumber :http://wolipop.detik.com/read/2012/02/23/165223/1850117/1133/11/10-cara-sopan-mengakhiri-pembicaraan-yang-membosankanw993301856